MATAHARI YANG BERTEMU BULAN

By : Nurul Huda Hasibuan

Perkenalkan nama saya Nurul Huda Hasibuan, nama panggilan saya huda. Berawal dari tahun pertama masuk perkuliahan. saya kuliah di salah satu universitas yang ada di medan, dan mengambil jurusan pendidikan bahasa Arab (PBA). setalah menyelesaikan segala administrasi pendaftaran, akhirnya hari yang di tunggu-tunggu yaitu hari mulai masuk kuliah. Pada saat pertama masuk di kelas, saya menemui banyak teman baru dari lain-lain daerah.
Ketika masuk pertemuan pertama, alangkah terkejudnya saya ketika saya menjadi pusat perhatian dikarenakan pakaian saya yang menyalahi peraturan di kampus. Dari sini lah kisah itu bermula.
Hari demi hari, tahun demi tahun, sampai saya berada di semester 6. Tak terasa begitu begitu cepat berjalan nya waktu, hingga seperti mimpi. Banyak waktu yang dihabiskan, banyak sakit yang dirasakan, banyak kebahagiaan yang dihadirkan, semua menyatu dalam sebuah perjalan.
Setelah banyak waktu yang di jalani, akhirnya saya bertemu dangan sang bulan yang bisa di sebut A. tidak banyak yang bisa diceritakan tentangnya, karena dia muncul begitu saja seperti bulan yang terhalang awan. Namun, saya akan menceritakan sedikit tentang pertemuan kami berdua yang akan kami kenang selama masih berjalan di bawah indahnya langit malam.
Balik dari awal masuknya perkuliahan, awal kami bertemu di kelas PBA 1 ketika saya berdiri kedepan karena melanggar peraturan tata busana kampus. Ternyata si A juga di panggil ke depan karena sama seperti saya. dari situlah si A sering memperhatikan saya, tetapi saya tidak menyadarinya. seiring berjalan nya waktu, si A terus memperhatikan tingkah laku saya, dan sesekali si A memandang dan tersenyum tipis ketika memperhatikan saya. Namun, saya hanya menggap itu gurauan semata dan langsung memarahi si A.
Sampai di suatu waktu, pada saat itu telah memasuki semester 6. Saya mulai mengakrapkan diri dengan si A. berawal dari teman biasa, hingga berlanjut menjadi teman istimewađź’“. begitulah pertemuan singkat ini yang bisa saya ceritakan, karena banyak hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata namun bisa dirasakan oleh hati, tak terlihat oleh mata namun nampak jelas di hati. Mudah-mudahan, cinta ini menjadi cinta sehidup semati seperti cinta Romeo dan Juliet, menjadi cinta abadi seperti cinta Qais kepada Lailađź’Ź.

Komentar